Sabtu, 29 Agustus 2015

Sambutan Anies Baswedan di Tahun Ajaran 2015/2016



Sambutan Anies Baswedan di Tahun Ajaran 2015/2016



 dok : -


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memberikan sambutannya kepada para siswa-siswi Indonesia yang pada Senin (27/7/2015) ini menyambut tahun ajaran 2015/2016.
Berikut ini sambutan lengkapnya:



MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
Pada Upacara Bendera Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran 2015/2016
Hari ini adalah hari istimewa bagi kita semua. Kita mengawali hari dengan berkumpul bersama di halaman ini. Kita bersama-sama melaksanakan upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan kita, menghormat bendera sembari berbaris rapi sebagai satu komunitas sekolah yang sama. Hari ini istimewa karena inilah hari pertama kita pada tahun ajaran 2015/2016 ini.

Pada hari pertama sekolah ini pula, upacara yang sama ini digelar di setiap sekolah di seluruh penjuru negeri kita tercinta ini. Pada hari ini kalian berdiri rapi bersama saudara-saudara sebayamu dari Sabang sampai Merauke melaksanakan upacara hari pertama memasuki tahun ajaran baru. Semua berseragam rapi, menghormati bendera yang sama, sang dwi warna, menyanyikan lagu kebangsaan yang sama, Indonesia Raya.

Hari ini kita bukan sekadar berkumpul di lapangan. Panjang barisan kalian kalau bergandeng tangan sambung-menyambung akan menghubungkan Kota Sabang di Pulau We hingga Kota Merauke di Papua, yang panjangnya 8.514 km, hingga 4 kali. Berkumpulnya kalian di hari ini adalah juga mengirim pesan bahwa barisan besar ini adalah barisan anak bangsa yang sedang bergerak bersama mendorong kemajuan dan menyongsong masa depan gemilang untuk negeri ini.

Bagi para siswa semua yang saya cintai dan banggakan, di tahun ajaran baru ini,
·         perbaruilah semangat kalian.
·         belajarlah dengan kesungguhan.
·         tuntaskanlah setiap pelajaran,
·         terlibatlah dalam kegiatan- kegiatan di sekolah,
·         berlatihlah untuk bisa memimpin dan dipimpin.
Kalian adalah pemilik masa depan Republik tercinta ini. Kalian tidak hanya sekedar pewaris, tapi di tangan kalianlah masa depan bangsa ini berada. Masa depan negeri ini ada di genggaman anda sekalian! Namun masa depan gemilang tak datang dengan sendirinya, tapi harus diraih melalui kerja keras dan perjuangan, dimulai dari bangku sekolah ini.

Pesan saya adalah tinggikan mimpimu, cita-citamu

lalu kerja keraslah, berdoa dengan kesungguhan lalu targetkan pada dirimu bukan hanya berusaha untuk meraih cita-citamu, tapi kalian harus bisa melampaui cita-citamu itu.

Bagi Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan yang saya hormati dan banggakan, anak-anak didik yang hadir disini adalah amanah dari orang tua dan bangsa. Mereka percayakan pada Ibu dan Bapak untuk mendidik, mencerdaskan dan mencerahkan mereka.

Bagi sebagian Guru, hari ini adalah hari pertama bertugas di kelas baru, mata pelajaran baru atau bertemu dengan siswa-siswa baru.

Demikian juga bagi Kepala Sekolah, ini adalah hari pertama menyambut siswa-siswa yang masuk dari jenjang paling bawah. Jangan biarkan upacara setiap Senin ini menjadi sekadar kegiatan seremonial, tapi harus menjadi wahana bagi seluruh warga sekolah untuk berinteraksi secara reguler dan menjadi wahana bagi Kepala Sekolah untuk memberikan paparan dan arahan bagi seluruh warga sekolah secara rutin.

Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas pendidikan kita dengan menyadari bahwa bukan hanya para siswa, tetapi kita semua harus bisa dan harus tetap menjadi pembelajar. Mari kita tumbuh kembangkan anak didik kita bukan saja untuk meraih angka-angka tinggi di tiap mata pelajaran, tapi mari kita berikan pada mereka keteladanan dalam berbudi pekerti dan kita tumbuhkan karakter kepemimpinan mereka. Mari kita kembangkan budaya sekolah yang bisa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama dan berkreativitas bagi semua anak didik kita.

Mulai hari ini, mari kita kuatkan jalinan silaturahmi sekolah dengan keluarga melalui interaksi yang baik dan rutin antara Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Orang Tua/Wali. Mari kita kembangkan semua itu melalui kegiatan intra-kurikular, ekstra-kurikuler maupun kegiatan non-kurikuler. Republik ini membutuhkan generasi baru yang bisa menjawab dan memenangkan tantangan di jamannya nanti.

Karena itu pulalah, hari ini adalah saat yang tepat untuk memulai babak baru bagi kita semua. Ini saat bagi kita untuk membentuk sekolah menjadi taman, menjadi ekosistem pendidikan yang penuh tantangan tapi menyenangkan bagi semua warganya. Siswa senang belajar di sekolah, guru-guru tulus dan gembira dalam mendidik serta menginspirasi, Kepala Sekolah yang bersemangat membangun budaya baik di sekolahnya serta membina warganya.

Ini juga kesempatan bagi kita untuk memulai pembiasaan dalam ekosistem sekolah ini. Saat kita menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi karakter dan budaya warganya. Mari biasakan lakukan hal baik, mari kerjakan dengan rutin, karena apa yang kita biasakan akan membentuk budi pekerti kita.

Perlu diingat bahwa budi pekerti ini bukan hanya tentang siswa, tapi juga budi pekerti dari kita semua di dunia pendidikan; termasuk budi pekerti dari seluruh warga sekolah, dari Siswa, Guru, Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan lainnya.

Dalam usaha penumbuhan budi pekerti ini, mari kita libatkan orangtua secara dekat, karena Orangtua dan Guru adalah mitra yang perlu bergandengan tangan saat menuntun tumbuh kembang siswa. Jangan lupakan pula pelibatan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah. Jangan jadikan sekolah sebagai ruang tertutup, namun bukalah satu dindingnya kepada luasnya kenyataan yang ada di masyarakat. Ajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut berbagi kepada siswa di sekolah dan ajak siswa terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat di sekitar sekolah.

Mari kita niatkan ikhtiar ini sebagai langkah awal untuk menumbuhkan siswa kita menjadi anak-anak pembelajar. Langkah pertama di tahun ajaran ini bagi Kepala Sekolah dan Guru untuk menjadi teladan sepanjang tahun. Dan bila kita terus bekerja dengan semangat yang sama di sepanjang tahun dan diikuti tahun-tahun berikutnya, maka kita semua sedang bergerak cepat membentuk bangsa kokoh.
Para siswa yang sedang berdiri di lapangan ini adalah putra-putri bangsa yang akan memimpin Indonesia saat kita merayakan 100 tahun Indonesia Merdeka. Izinkan anak-anak kita tumbuh semua potensinya, menjadi yang terbaik dari dirinya, dan kelak mereka bisa bersama-sama menjadi generasi baru, pembuat Indonesia jadi negeri maju, sejahtera yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Selamat berjuang sepanjang satu tahun ke depan!

Salam hangat dan hormat dari seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Anies Baswedan
(humas-fbw)
Sumber : kompas.com, Senin, 27 Juli 2015
Catatan : Tulisan ini pernah diterbitkan di WEB Tarakanita di smp-gs.tarakanita.or.id, oleh penulis yang sama.

Ceria ke sekolah SMP Tarakanita Gading Serpong



Ceria ke sekolah SMP Tarakanita Gading Serpong




dok: f. budi wibwow




MOPDB SMP TARAKANITA GADING SERPONG TAHUN 2015

Langkah – langkah ceria mengiringi siswa-siswi baru SMP TARAKANITA Gading Serpong memasuki halaman sekolah, terlihat beberapa orang tua mendampingi putra-putrinya untuk pertama kalinya memasuki jenjang sekolah menengah pertama . Siswa-siswi kelas 8 dan 9 melangkah memasuki kelas baru, sedangkan siswa –siswi kelas 7 hari ini mengikuti kegiatan masa orientasi peserta didik baru ( MOPDB). 

Tema MOPDB SMP TARAKANITA Gading Serpong yang diangkat untuk tahun 2015 adalah “Siswa Terampil dan Santun”, diikuti oleh 189 peserta didik baru. Pelaksana kegiatan MOPDB  yang berlangsung selama 3 hari, Rabu - Jumat, 22 - 24 Juli 2015, adalah pengurus OSIS dengan didampingi oleh pembina OSIS Ibu Nugraheni Sri K, S.Pd dan Ibu Agustina Titin W, S.Pd  serta Bp. F.S Marwoto sebagai koordinator pelaksana MOPDB 2015. 

Dalam awal sambutannya saat upacara pembukaan MOPDB, ibu C. Lestariningsih, S.Pd, selaku Kepala sekolah SMP Tarakanita Gading Serpong,  mengajak seluruh siswa untuk berlaku santun dan terampil. Dengan sebuah cerita yang mengisahkan seorang yang selalu tersenyum kepada siapapun yang akhirnya memberikan inspirasi kepada orang disekitarnya untuk melakukan hal yang sama sehingga membentuk budaya santun sekaligus terampil.

“ Tema tahun merupakan kelanjutan dari tema tahun lalu yaitu “ Siswa Mandiri dan Kreatif”,” demikian penjelasan Bp Marwoto saat ditanya tentang tema MOPDB. Dengan MOPDB diharapkan siswa mengenal berbagai dinamika pembelajaran, pembiasaan-pembiasaan, serta berbagai muatan nilai karakter yang tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan proses pembelajaran.

Kegiatan selama MOPDB dilakukan dengan berbagai metode yang menarik, permainan, lagu-lagu, kuis, dinamika kelompok, baris berbaris, yang melibatkan partisipasi seluruh peserta, sehingga peserta didik baru dengan MOPDB mempunyai kesempatan untuk mendapatkan  pengalaman baik dan berharga.
“Orang tua siswa tak khawatir karena sekolah menjamin kegiatan MOPDB tidak ada kekerasan maupun peplocoan yang tidak mendidik”  jamin Bp. Marwoto, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Menurut beliau kegiatan MOPDB dilaksanakan dengan prinsip partispatif dan kolaboratif, kreatif dan inovatif serta bersifat edukatif. Bahkan jauh sebelum kegiatan berlangsung seluruh pengurus OSIS sudah di beri arahan serta rambu-rambu pelaksanaan MOPDB oleh bagian kesiswaan.

Acara MOPDB

Kegiatan diawali dengan perkenalan bapak ibu guru di lapangan tengah  kemudian dilanjutkan  perkenalan dengan masing-masing wali kelas di ruang kelas  setelah upacara pembukaan MOPDB
Materi kegiatan MOPDB dirancang oleh para pemberi materi dari pejabat strutural hingga guru-guru senior yang berkompeten dibidangnya. Materi visi misi yang meliputi arti Tarakanita, keteladaan Bunda Elisabeth dan Santo Carolus Boromeus disampaikan ibu C. Lestariningsih pada hari pertama dilanjutkan penyampaian Compasion oleh ibu Christina Susanti, S.Pd.

Setelah mengawali dengan lagu dan memberikan pengantar  peserta didik diminta memberikan pendapatnya tentang tiga pertanyaan terkait Compassion yaitu; tulis pengertian Compasion ?, apakah aku memiliki Compassion ? dan tulislah tanda yang dapat dilihat orang lain bahwa aku memiliki Compassion? Sedangkan  materi Competence yang disampaikan oleh Ibu Riosalina Yani AD, S.Pd. mengajak peserta didik baru mendalami budaya ekplorasi ilmiah dan kejujuran ilmiah.

Saat penyampaian starategi dan cara belajar, yang merupakan bagian penjelasan kurikulum, peserta didik baru sangat antusias mendengarkan, karena peserta didik baru  beralasan hal ini berbeda saat dia masih di SD, Peserta didik  bernyanyi dan menari dengan ceria mengikuti video yang tayangkan saat mengawali sesi materi Celebration.

Dilanjutkan kegiatan perkenalan pengurus dan kegiatan OSIS. Perkenalan ini dilakukan dengan gaya anak-anak sehingga terasa ringan banyak komentar-komentar lucu, terutama diharapkan kelak peserta didik baru senang terlibat dalam berbagai keitan yang dilakukan OSIS. Serta harapannya kelak menjadi kader-kader penerus kepengurusan OSIS berikutnya, harap bu Heni dan bu Titin sebagai pembina OSIS.
Hari terakhir disi dengan kegitan yang lebih banyak out door dan pengenalan fasilitas serta ruangan yang ada. Baris berbaris mengawali kegiatan hari ketiga ini. Kegiatan yang mengajak siswa belajar disiplin, kerjasama dan kepemimipinan ini  diikuti peserta didik baru dengan semangat.

Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan serta pengenalan secara langsung fasilitas serta ruangan. Peserta didik diingatkan kembali maksud dan tujuan sekolah serta hakikat membudayakan sekolah sebagai tempat belajar. Kemudian setelah memahami kembali sekolah sebagai tempat budaya pembelajaran peserta mengenal fasilitasnya.

Sebelumya bersama Bp. Kristiyanto, pesertadidik baru  membuat origami sebuah hasil karya yang kemudian di tulis kata “I LOVE Tarkanita” . Kegitan ini membuat susana lebih meriah karena masing-masing peserta didik baru berusaha membuat dengan lebih baik daripada temannya, meski ada beberpa peserta didik baru yang kesulitan untuk membuatnya. Disini diasah kreativitas serta kemampuan motorik ketrampilannnya.
Sebelum diakhiri,  Wakil kesiswaan  memberikan bekal pendampingan tata tertib dan  kegitan ektrakurikuler sebagai pelengkap kecerdasan majemuk serta  memberi ruang untuk pengembangan pribadi dan hobi siswa.
Peserta didik secara berkeompok berusaha membangun “menara” dengan menyususn rangkaian batang korek api. Dengan kegiatan ini peserta didik baru belajar menhargai, mendukung, saling membangun kepercayaan, adu startegi, kesabaran serta membangun kebersamaan, jelas Ibu Nugraheni saat ditanya tujuan kegiatan membengn “menara” dalam sesi Community


Evaluasi

Menurut siswa kegiatan pendampingan dan pengenalan OSIS dan kegiatan Creativity mendapat kepuasan peserta sisik baru sebagai hal yang paling menarik.
Dalam pemahaman materi kegiatan OSIS, Creativity dan Kesiswaan peserta didik memberikan paling menarik.

Meski kegiatan lain banyak juga yang menyenangi yaitu saat menjawab pertanyaan kuis saat materi Compassian merupakan hal yang menarik bari peserta didik baru. Agar kegitan lebih semangat  dan suasana ceria selalu, maka setiap jeda acara diisi dengan permainan maupun lagu-lagu dari kakak OSIS. Hal ini terbukti saat evaluasi pendampingan dan kegitan dari OSIS merupakan pilihan paling menarik.
Akhirnya kegiatan MOPDB diharapkan mampu menjadi “jembatan” menuntun dan mengenalkan sekolah sebagai sekolah taman, dimana peserta didik merasa senang belajar disekolah. ( humas-fbw) 

Catatan : Tulisan ini pernah diterbitkan di WEB Tarakanita di smp-gs.tarakanita.or.id, oleh penulis yang sama.


Menjadi siswa yang bijak.



Menjadi siswa yang bijak.




dok : F. budi wibowo




Misa pembukaan tahun pembelajaran 2015-2016 SMP Tarakanita Gading Serpong

Lagu “Awalilah” yang dinyanyikan koor bersama seluruh siswa-siswi SMP Tarakanita Gading Serpong mengawali perayaan ekristi pembukaan tahun pembelajaran SMP Tarakanita GS, Jumat 31 Juli 2015. Pada ekaristi kali ini panitia mengambil tema “Terampil dan Santun adalah Kebanggaanku”, tema ini merupakan tema besar yang diusung selama setahun ini, jelas Bp. Pancasetyanta, S.Pd saat ditanya alasan pemilihan tema tahun ini.

Perayaan yang dipimpin oleh pastor RD H. Sridanto Ariwibowo, dari paroki Santo Laurensius, Alam Sutera, dan dibantu prodiakon Bp. Antonius Windijatmoko ini mengambil bacaan 1 Kor 9:24-27 dan Injil Matius 15 : 1-13  tentang Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadisyang bodoh.

Tema yang dipilih panitia sangat tepat menurut pastor , karena mengajak kita, siswa-siwi,  mengenal hak dan kewajiban, khususnya bacaan pertama, yaitu hak mendapat pengajaran yang baik dan berteman dengan semua teman tanpa adanya perbedaan,  serta menjelaskan kewajiban seorang pelajar khususnya mengawali tahun pembelajaran ini yaitu senantiasa belajar.

Berdasarkan ayat 13 “ berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya  pastor bertanya “ jika  sesudah misa ini bapak ibu guru mengadakan ulangan mendadak, apakah  para siswa siap? Pertanyaan reflektif ini menggambarkan gadis-gadis bijak dan gadis-gadis yang bodoh yang siap atau tidak siap saat mempelai  datang .

Pastor mengajak seluruh siswa untuk meneladan gadis-gadis bijak yang siap sedia menyongsong kehadiran sang mempelai. Kalian harus berani men”cadang”kan waktu untuk belajar sehingga pembelajaran tahun ini dapat dijalani dengan kesiapsiagaan yang akan membuahkan keberhasilan. Banyak siswa yang mengandalkan orang lain ( mencontek ) karena dia tidak mencadangkan waktunya untuk belajar, tambah pastor mengingatkan para siswa.

Pastor juga memberikan tip cara bagaimana menjadi siswa yang bijak, dengan tiga ciri siswa yang bijak, mengacu dari gadis-gadis bijak dalam injil,  yaitu pertama persiapan yang matang, kedua teliti dan ketiga mengandalkan diri sendiri.  Pastor juga mengingatkan agar tidak menjadi siswa bodoh yang kurang persiapan, ceroboh serta selalu mengandalakan orang lain.

Mintahlah kepada Allah agar memberikan kepada siswa-siswi untuk berani memberikan cadangan waktu untuk belajar dalam doa, ajak pastor agar berhasil dalam studi.“ Spirit Injil Matius ini adalah jadilah anak bijak penuh persiapan” mengakhiri homili siang ini. Semoga seluruh siswa SMP Tarakanita Gading Serpong ditahun pembelajaran 2015-2016 ini berani memberikn waktunya untuk belajar.

Ekariti pembukaan tahun pembelajaran diakhiri dengan berkat dari pastor dan lagu “ Semua Kembang “ oleh koor SMP Tarakanita Gading Serpong asuhan Bp. Pancasetyanta dengan organis  Ganang siswa kelas 8. ( humas-fbw)


Catatan : Tulisan ini pernah diterbitkan di WEB Tarakanita di smp-gs.tarakanita.or.id, oleh penulis yang sama.

Minggu, 26 April 2015

Kompas, Mendikbud: Nilai UN Tak Hanya Berupa Angka, Ada Penjelasannya!



Mendikbud: Nilai UN Tak Hanya Berupa Angka, Ada Penjelasannya!



gambar : blog.turuntangan.org

"Kita ingin ini dijadikan sebuah proses pembelajaran dan bukan proses penghakiman...”
Anies Baswedan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan ,
Kompas, Senin, 20 April 2015 | 17:36 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini akan ada beberapa perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. UN tidak lagi menjadi syarat penentu kelulusan para siswa, tapi lebih mengutamakan integritas kejujuran dalam pelaksanaanya.

Begitu juga dengan laporan nilai hasil UN yang diterima oleh para siswa. Nilai UN tidak hanya akan berupa angka-angka, namun ada penjelasan dari setiap angka-angka tersebut.

"Laporan hasil UN kali ini akan lebih lengkap, karena tidak hanya bersifat angka saja. Ini telah menjadikan UN sebagai suatu pembelajaran, bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan,” ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (15/4/2915) lalu.

Mendikbud mengatakan, sistem laporan nilai hasil UN kali ini akan lebih terperinci terhadap nilai yang didapatkan oleh para siswa. Selain itu, para siswa juga bisa membandingkan dengan wilayah lainnya.


"Pada nilai angka itu akan ada keterangan mengenai kategorinya seperti sangat baik, baik, cukup baik dan seterusnya.
Lalu, setelah itu akan ada nilai rata-rata kabupaten kota, provinsi, dan nasional sehingga para siswa bisa membandingkan dengan rata-rata di wilayah lainnya,” ujar Mendikbud.



Mendikbud menambahkan bahwa akan ada komponen dari setiap penilaian yang akan dibagi. Misalnya komponen Matematika akan dibagi menjadi penilaian arimatika, geometri, soal cerita, serta aljabar. Sesudah itu akan ada penjelasan kualitatif terhadap arti dari nilai angka yang didapat.

"Karena selama ini siswa menerima nilai angka, namun tidak mengetahui penjelasan arti dari angka tersebut. Sebagai contoh mata pelajaran Fisika, jika ada seorang siswa mendapatkan nilai 85 sampai 100, maka dalam penjelasannya siswa mampu menyelesaikan permasalahan fisika kompleks dengan kemampuan nalar tinggi. Tapi, jika siswa menerima nilai di bawah 50, siswa tersebut belum mampu menggunakan rumus Fisika sederhana,” ujarnya.

Mendikbud menjelaskan, dengan menerapkan laporan nilai seperti itu di setiap mata pelajaran, maka orang tua dapat mengetahui apa saja yang telah dicapai oleh anaknya selama proses belajar di sekolah. Selain itu, siswa pun dapat mengetahui penjelasan terhadap angka yang didapatkannya pada UN tersebut.

"Kita ingin ini dijadikan sebuah proses pembelajaran dan bukan proses penghakiman, karena jika siswa mendapat nilai di atas sekian akan lega, namun jika di bawah itu duka. Kita ingin mengubah pandangan itu semua terhadap UN," kata Mendikbud.