Selasa, 06 November 2012

PKn 8 Konstitusi NKRI (2)




KONSTITUSI
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA






Materi PKn kelas 8 semester I
Standar Kompetensi
6.      Memahami berbagai konstitusi yang pernah di gunakan di Indonesia
Kompetensi  Dasar
6.1 Menjelaskan berbagai konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia
6.2 Menganalisis penyimpangan-penyimpangan terhadap konstitusi yang berlaku di Indonesia
6.3 Menunjukkan hasil-hasil amandemen UUD 1945
6.4 Menampilkan sikap positif terhadap pelaksanaan UUD 1945 hasil amandemen

Disusun oleh :
F. Budi Wibowo,S.Pd.  guru Pkn SMP Tarakanita Gading Serpong
Blog : promimbar2021.blogspot.com

( lanjutan dari “PKn8 Kontitusi NKRI (1) )

8.     UUD 1945 ( hasil Dekrit Presiden 5 Juli 1959)
1.     Berlaku : 5 Juli 1959 – 19 Oktober 1999.
2.     Konstitusi yang berlaku setelah UUDS 1950.
3.     Latar belakang dan proses terjadinya ;
a.     Keluarnya dekrit presiden dilatarbelakangi Negara yang tidak menentu.
b.     Badan pembuat UUD ( Konstituante) tidak dapat menjalankan tugasnya. (gagal )
c.      Presiden Soekarno menyarankan kembali ke UUD 1945, dalam sidang kontituante 22 April 1959), karena siding-sidang kontituante tidak dapat menghasilkan keputusan.
d.     Situasi ini dapat membahayakan keselamatan dan keutuhan bangsa dan negara, maka presiden Soekarno keluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, atas dasar dan alasan kuat serta mendapatkan dukungan sebagain besar rakyat Indonesia.
e.      Dekrit diumumkan dengan : Keputusan Presiden No. 150 Tahun 1959 yang termuat dalam Lembaran Negara RI No. 75 tahun 1959
f.       Maka sejak 5 Juli 1959,  UUD 1945  berlaku kembali bagi bangsa Indonesia di seluruh wilayah Indonesia.

4.     Sistematika dan Isi pokok UUD 1945 hasil dekrit 5 Juli 1959
-         Sama dengan UUD 9145 ( UUD Proklamasi ).

5.     Pengaruh terhadap bentuk Negara dan sistem ketatanegaraan
-         Sejak berlakunya UUD 1945 maka negara Indonesia merupakan negara kesatuan yang berdasarkan pada UUD 1945.

6.     Isi Dekrit Presiden :
1)    Menetapkan pembubaran konstituante.
2)    Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia terhitung mulai tanggal penetapan dekrit ini dan tidak berlakunya lagi UUDS.
3)    Pembubaran MPRS yang terdiri atas anggota DPR ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah, serta pembentukan DPAS akan diselenggarakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

9.     UUD 1945 Hasil Amandemen

1.     Berlaku setelah UUD 1945 hasil dekrit presiden 5 Juli 1959.
2.     Proses amandemen dilakukan MPR dan  berlangsung dari tahu 1999 – tahun 2002.
3.     Latar belakang dan proses terjadinya
a.     Pada dasarnya UUD 1945 bersifat sementara. ( Aturan Tambahan ayat (1) UUD 1045).
b.     Berarti dalam 6 bulan harus terbentuk MPR, DPR, DPA, BPK dan MA.
c.      Selama orde baru pengubahan UUD 1945 Tidak dilakukan MPR, meski dimungkinkan., pasal 37 ayat 1 dan 2.
d.     MPR mengeluarkan tap-tap MPR agar tidak terjadi pengubahan pada UUD 1945, ( Tap MPR No. I/MPR/1983 dan Tap MPR no. IV/MPR/1983).
e.      Dengan demikian bila MPR mau mengubah MPR harus melakukan Referendum.(UU no. 5 tahun 1985 ).
Referendum adalah kegiatan untuk meminta pendapat rakyat secara langsung mengenai setuju  atau tidak setuju terhadap kehendak MPR untuk mengubah UUD 1945.
f.        Setelah Reformasi sebagian besar partai politik dan golongan masyarakat MENDUKUNG reformasi konstitusi.
g.     Reformasi konstitusi dilakukan dengan cara meng-Amandemen UUD 1945. ( sesuai dengan pasal 37 UUD 1945 ).
h.     Yang perlu di Amandemen :
-         Pelaksanaan kedaulatan
-         Kekuasaan legislatif
-         Kekuasaan eksekutif
-         Kekuasaan kehakiman
-         Pemilihan presiden dan wakil presiden
-         Masa jabatan presiden dan wakil presiden
-         Perlindungan HAM.


4.     Sistimatika dan Isi Pokok UUD 1945 hasil Amandemen
Sistimatika UUD 1945 hasil amandemen terdiri :
1)    Pembukaan
2)    Batang Tubuh
a.     Pembukaan : tidak mengalami perubahan. ( sama UUD 1945 ( UUD Proklamasi )
b.     Isi pokok hasil Amandemen, meliputi :
1)    Bentuk dan kedaulatan                    10). Kekuasaan kehakiman
2)    Kekuasaan pemerintahan Negara     11). Wilayah negara
3)    Kementrian Negara                         12). Warga Negara dan penduduk
4)    Pemerintahan Negara                      13). HAM
5)    DPR                                              14). Agama
6)    DPRD                                           15). Pertahanan dan keamanan negara
7)    Pemilu                                           16). Pendidikan dan kebudayaan
8)    Hal keungan                                   17). Perekonomian dan kesejahteraan sosial
9)    BPK                                              18). Bendera, bahasa, Negara,
                                                          19) lagu kebangsaan
                                                          20). Perubahan UUD


c.      Yang dihapus atau dihilangkan :
1)    DPA
2)    bagian Penjelasan

5.     Implikasi terhadap Bentuk Negara dan Sistem Ketatanegaraan
-         MPR tidak melakukan  perubahan bentuk negara.
-         Tetap sebagai NKRI yang berbatuk Republik. ( sesuai pasal 1 Ayat (1) UUD 1945.

6.     Perbedaan Pokok

No
UUD 1945
UUD 1945 hasil Amandemen
1.
Kedaulatan ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR.
Kedaultan berada ditangan rakyat dan dilakukan menurut UUD.
MPR bukan pemegang kedaulatan ( kekuasaan tertinggi ) di Indonesia melainkan rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan.
2.
MPR terdiri dari anggota DPR ditambah utusan derah-daerah dan golongan-golongan. ( pasal 2 Ayat 1)
MPR DPD yang dipilih melalui pemilu ( pasal 2 ayat 1)

3.
Presiden dan Wakil presiden dipilih MPR dengan suara terbanyak (psl 6 ayat 2 )
Presiden dan wakil presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat. Psl 6A)
4.
Presiden dan wakil presiden memegang  jabatanya selama5 thn dan sesudahnya dapat dipilih kembali. Pasal 7 )
Presiden dan wakil presiden memegang jabatanya selama 5 thn dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan ( pasal 7).
5.
Susunan DPA ditetapkan dalam UU ( psl 16 ayat 1 )
Presiden membentuk Dewan Pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, yang selanjutnya diatur dengan UU ( pasal 16).
Ket : pasal 16 tentang DPA dihapus
6.
Tiap-tip UU menghendaki persetujuan DPR (psl 20 ayat 1)
DPR memegang kekuasaan membentuk UU. ( psl 20 ayat 1)
7.
Dalam 6 bln sesudah MPR dibentuk, Majelis bersidang menetapkan UUD. 9 ayat 2 aturan tambahan)
Dengan ditetapkannya UUD ini,UUD Negara Republik Indonesia, terdiri atas :
-         Pembukaan
-         Pasal-pasal



B.   BERBAGAI PENYIMPANGAN TERHADAP KONSTITUSI YANG BERLAKU DI INDONESIA

a.     Landasan konstitusional Negara Indonesia yaitu UUD 1945
b.     Penyimpangan terhadap konstitusi adalah keadaan dimana penyelenggara negara dalam melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan yang diamanatkan dalam UUD 1945 ( konstitusi ).
c.      Penyimpangan berdampak sangat luas dalam sistem ketatanegaraan di suatu negara.
1.     Penyimpangan UUN 1945 pada periode 1945 – 1949
a.     UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indoensia masih melakukan perjuangan kemerdekaan terutama dalam menghadapi agresi Militer Belanda.
b.     Agresi Militer I, 21 Juli 1947-5 Agustus 1947, yang merupakan pelanggaran dari Perundingan Linggarjati.fokus belanda daerah sangat penting dan kaya seperti kota pelabuhan ( Jawa Tengah), , perkebunan ( Sumatra Timur  dan Jawa Timur), dan pertambangan.
c.      Agresi militer II, 19 Desember 1948 , diawali dengan serangan di Yogyakarta, Ibukota Indonesia saat itu, Sjafruddin Prawiranegara.
d.     Peritiwa penyimpangan :
·        Wakil Presiden memgeluarkan maklumat Wakil Presiden no X 16 Oktober 1945, memutuskan KNIP diserahi kekuasaan Legislatif.
·        Pembentukan Kabinet Parlementer yang pertama.


2.     Penyimpangan terhadap UUD 1945 pada periode 1959 -1966
a.     Presiden membubarkan DPR karena DPR tidak menyetujui RAPBN yang diusulkan presiden/pemerintah.
b.     MPR menetapkan pidato presiden sebagai APBN
c.      Mengangkat Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup ( Tap MPRS nomor III/MPRS/1963.
d.     Pimpinan lembaga-lembaga Negara diangkat sebagai menteri-menteri negara.

3.     Penyimpangan terhadap UUD 1945 pada periode 1966 – munculnya gerakan Reformasi tahun 1998.
a.     Sistem demokrasi bersifat feodal (bidang politik )
b.     Kebebasan berbicara di bungkam ( bidang politik )
c.      Ekonomi kapitalis/liberal ( bidang ekonomi )
d.     Koerasi berkembang tidak sebagaimana mestinya ( ekonomi )
e.      Terjadinya supremasi kekuasaan ( bidang Hukum )
f.       Lembaga legislatif  tidak aspiratif ( bidang hukum  )
g.     Banyaknya terjadi KKN.
4.     Akibat penyimpangan dari Konstitusi atau UUD
a.     Tidak terjadinya sistem sesuai aturan yang ada dalam UUD 1945
b.     Memburuknya situasi politik di Indonesia
c.      Munculnya aksi-aksi demontrasi

5.     Contoh demontrasi menuntut perubahan keadaan di Indonesia
a.     Demontrasi mahasiswa tahun 1966
Menutut
-         Pembubaran PKI
-         Pemberishan kabinetdari unsur PKI
-         Penurunan harga atau perbaikan ekonomi

b.     Demontrasi mahasiswa tahun 1998
-         Menuntut reformasi ( penataan kembali ) disegala bidang.
-         Mengakibatkan jatuhnya orde baru.

C.   AMADEMEN UUD 1945

a.     Peserta sidang mengamandemen UUD 1945 mempunyai tujuan yaitu menata kembali kehidupan bangsa Indonesia agar lebih baik.
b.     Amandemen diharapkan membawa rakyat ke kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih demokratis, aman, sejahtera, adil dan makmur.
c.      Amandemen berarti mengubah suatu ( rencana ) UU.
d.     Arti penting Amandemen UUD 1945
1.     Mencegah penyimpangan penyelenggaraan Negara (merupakan tuntutan reformasi)
2.     Menjamin kepastian hukum, khususnya ketatanegaraan ( dijamin oleh konstitusi)
3.     Menjamin kehidupan demokrasi
4.     Segala ketentuan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

e.      Peluang mengamandemen, bila :
1.     Lembaga perwakilan  rakyat kurang aspiratif
2.     Lembaga perwakilan rakyat kurang memperhatikan dan membela kepentingan rakyat.
3.     Beberapa pasal UUD 1945 kurang tegas

f.       Proses amandemen
a.     Proses amandemen menerapkan prinsip yang berlaku Universal, yakni kesinambungan dan perubahan. ( Continuity and Change ).
b.     Prinsip “kesinambungan “ dilaksanakan dengan cara cara tetap menjaga  dan melestarikan materi-materi dalam UUD 1945 yang prinsipiil bagi tegaknya NKRI maupun materi-materi lain yang sesuai dengan ajaran demokrasi. ( dari pemikiran dan cita-cita pendiri Negara /founding fathers.
c.      Amandemen :
1.     Amandemen 1
-         Dalam Sidang tahunan MPR 199
-         Melakukan  9 pasal perubahan
2.     Amandemen 2
-         Dalam Sidang Tahunan MPR 2000
-         Menyetujui 37 pasal.
3.     Amandemen 3
-         Dalam Sidang Tahunan MPR 2001 ( belum disepakati )
-         Dilanjutkan dalam ST MPR 2002.
-         Melakukan perubahan pasal krusial : lembaga tinggi, pemilihan presiden dan agama.
4.     Amandemen 4
-         Dalam ST MPR 2002


g.     Pengaruh Amandemen terhadap Sistem Pemerintahan Demokrasi
1.     Kedaulatan ditangan rakyat.
2.     MPR terdiri DPR dan DPD
3.     MPR berwenang ubah UUD
4.     MPR melantik Presiden dan wakil Presiden
5.     Presiden dan wakil dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.
6.     Presiden dan wakil presiden memgang jabatan 5 tahun, sesudah dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali jabatan.
7.     Pemilu memilih DPR, DPD, Presiden dan wakil presiden.
8.     Adanya keseimbangan kekuasaan presiden dan DPR.
9.     Dihapuskannya DPA
10.            Kekuasaan kehakiman MA dan MK

h.     Amandemen terhadap HAM
a.     Amandemen 1945 berhasil menuangkan konsep HAMdalam sebuah bab tersendiri dalam UUDNRI tahun 1945.

D.   SIKAP POSITIF TERHADAP PELAKSANAAN UUD 1945 HASIL AMANDEMEN

a.     Sikap positif terhadap Tujuan perubahan 9 (Amandemen) UUD 1945:
1.     Adanya kepastian  Hukum dan system Ketatanegraan
2.     Kedaulatan kembali berada ditangan rakyat
3.     Terciptanya keseimbangan kekuasaan eksekutif dengan kekuasaan legislative
4.     Terjaminnya HAM
5.     Terwujudnya pemerintahan demokratis

b.     Partisipasi terhadap pelaksanaan UUD 1945 hasil amandemen .
1.     Partisipasi masyarakat / rakyat terhadap pelaksanaan UUD 1945 Hasil Amandemen semkin luas, terbukti dalam ketentuan :
a.     Pasal 1 ayat (2)
b.     Pasal 2 ayat (1)
c.      Pasal 6A ayat (1)
2.     Peran serta masyarakat, aktif berpartisipasi dalam :
a.     Pemilu
b.     Penyusunan dan pelaksanaan kebiijakaan public
c.      Pengawasan eksekutif dan legislatif
d.     Upaya penegakan HAM

E.   KESESUAIAN KONSTITUSI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA.

1.     Konstitusi dijiwai oleh nilai-nilai luhur dalam Pancasila.
2.     Karena Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.
3.     Sesuai strukturnya Pancasila berada pada bagian Pembukaan UUD 11945
4.     Maka perubahan terhadap Pembukaan UUD 1945 berarti menubah Bentuk Negara republic Indonesia.
5.     Kesesuaian Konstitusi dengan Pancasila ;
a.     Sila 1
b.     Sila 2
c.      Sila 3
d.     Sila 4
e.      Sila 5


F.    Kata ‘kunci’ memahami konstitusi
1.     Konstitusi :
Aturan dasar mengenai ketatanegaraan suatu Negara.
2.     Konstitusi (dalam arti luas ) :
Adalah keseluruhan aturan dan ketentuan mengenai system ketatanegaraan.
3.     Konstitusi ( dalam arti sempit )
Adalah dokumen tertulis mengenai ketentuan poko system ketatanegaraan ( undang-undang dasar)
4.     Bentuk Negara :
kesatuan.( Negara yang bersusun tnggal )
5.     Bentuk pemerintahan  republik
 adalah pemerintahan yang bertujuan mewujudkan   kehendak rakyat, bukan kehendak penguasa . ( res public : kepentingan umum )
6.     Sistem pemerintahan demokrasi
adalah pemerintahan yang dilaksanakan berdasarkan prinsip bahwa kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat.
7.     Menyimpang :
Tidak menurut apa yang sudah ditentukan; menyalahi kebiasaan; menyeleweng dari hukum.
8.     Penyimpangan :
-         Proses, cara, perbuatan menyimpang atau menyimpangkan
-         Sikap/tindakan diluar kaidad yang berlaku.
9.     Penyimpangan konstitusi :
-         Proses, cara, perbuatan menyimpang atau menyimpangkan kaidah yang berlaku dalam konstitusi.
-         Sikap/tindak di luar kaidah yang berlaku dalam konstitusi.
10.      Amandemen
Perubahan terhadap ketentuan tertentu dalam sebuah peraturan.
Perubahan tersebut bisa berupa penambahan maupun penguranganketentuan tertentu.
11.      Perubahan UUD 1945
Perubahan UUD 1945 dalam bentuk penambahan maupun pengurangan / penghilangan ketentuan ketentuan tertentu dalam UUD 1945 dengan maksud memperbaiki atau menyempurnakan ketentuan tersebut.
12.      Sikap positif
Perbuatan/perilaku yang berdasarkan pada kenyataan dan bersifat membina, memperbaiki, serta membangun.
13.      Pelksanaan UUD 1945 hasil amandemen
Proses, cara perbuatan melaksanakan ketentuan yang terdapat dalam UUD 1945 hasil amandemen.

Untuk kalangan sendiri

Sumber Pustaka :
1.       Saptono,2007,  Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII, Jakarta,Phibeta.
2.      Agus Dwiyono dkk, 2012, PKn pendidikan Kewarganegraan Kelas VIII, Jakarta, Yudhistira 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar