Selasa, 26 Maret 2019

Kehidupan masyarakat Hindu Budha di Indoneisa


Kehidupan masyarakat pada masa Hindu Budha di Indonesia



TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu:

a)      mendeskripsikan perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia;
b)      mengidentifikasikan contoh peninggalan sejarah bercorak Hindu-Buddha di berbagai daerah di Indonesia;
c)      mendeskripsikan ciri-ciri peninggalan sejarah bercorak  Hindu-Buddha di berbagai daerah di Indonesia.
d)     Perkembangan agama dan kebudayaan Hindu budha


·         Posisi Indonesia sangat Strategi yaitu  posisi silang 2 benua dan 2 Samudra, serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan :
1)      Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan Persia
2)      Kesempatan melakukan hubungan perdagangan Internasional terbuka lebar
3)      Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas
4)      Pengaruh asing masuk ke Indonesia seperti Hindia Budha

·         Kitab yang muncul pada masa Kerajaan Kediri :
1)      Hariwangsa dan Gatotkacasraya       : karya Mpu Panuluh
2)      Smaradahana                                     : karya Mpu Dharmaja
3)      Lubdaka dan Werasancaya               : Karya Mpu Tanakung
4)      Kresnayana                                        : Karya Mpu Triguna
5)      Sumanasantaka                                  : Karya Mpu Monaguna

·         Kitab yang muncul pada kerajaan Majapahit :
1)      Negarakertagama                               : Karya Mpu Prapanca
2)      Sutasoma                                           : Karya Mpu Tantular
3)      Arjunawiwaha                                   : Karya Mpu Kanwa
4)      Panaratan                                           : -Anonim-
5)      Kunjarakunja                                     : -Anonim-

·         Hari Raya ( HR )  Hindu di Indonesia
1)      HR Nyepi  ( merayakan tahun baru Saka )
2)      HR Syiwaratri ( perayaan hari lebur dosa )
3)      HR Galungan   ( Perayaan kemenangan kebenaran melawan kebatilan )
4)      HR Kuningan  ( perayaan mohon perlindungan dan penerangan lahir batin )
5)      HR Saraswati ( perayaan memuja Sang Hyang Widhi )

·         Hari Raya (HR) Budhadi Indonesia
1)      Hari Bodhi     ( Peringatan Sidharta Gautama menjadi Budha )
2)      Parinirwana    ( peringatan sang Budha naik ke Nirwana )
3)      Waisak           ( peringatan peristiwa-peristiwa utama kehidupan sang Budha selama tiga hari)
4)      Dharmacakra ( peringatan sang Budha memberikan wejangan pertama )

Perbedaan candi Jawa Tengah dan Jawa Timur :


Jawa Tengah
Jawa Timur
1.      Bentuk bangunannya tambun
2.      Atapnya bertingkat-tingkat
3.      Puncaknya berbentuk ratna
4.      Letak candi di tengah halaman
5.      Pada umumnya menghadap ke timur
6.      Bahan candi dari batu andesit
1.   Bentuk bangunannya ramping
2.   Atapnya berbentuk piramida jenjang
3.   Puncaknya berbentuk kubus
4.   Letak candi di bagian belakang halaman
5.   Pada umumnya menghadap ke barat
6.   Kebanyakan bahan candi dari bata

A.    Pokok-pokok ajaran Agama Hindu Buddha
1.      Ajaran Agama Hindu
1.1.      Kitab suci Agama Hindu adalah Weda terdiri dari 4 bagian, yaitu :
a.       Reg Weda berisi syair-syair yang memuja para dewa agar mereka memberikan kebahagiaan.
b.      Sama Weda berisi berisi syair-syair yang harus dinyanyikan dalam upacara kegamaan
c.       Yajur Weda berisi mantra yang harus diucapkan pada upacara kurban
d.      Atharwa Weda berisi mantra-mantra untuk penyembuhan penyakit, menolak mara bahaya, mantra ilmu sihir, dsb.
1.2.   Dewa (Tri Murti), yaitu :
a.       Dewa Brahma
      Bertugas mencipta alam dan dilambangkan sebagai dewa yang berkepala empat, bertangan empat, berkendaraan angsa.
b.      Dewa Wisnu
      Bertugas memelihara alam semesta, dilambangkan sebagai dewa berkepala satu, bertangan empat dan berkendaraan burung garuda.
c.       Dewa Syiwa
      Terkenal sebagai dewa perusak, dilambangkan sebagai dewa bertangan empat memakai chandrakapala yang ada gambar tengkorak dan berkendaraan lembu.
1.3.      Kasta
a.       Kasta Brahmana, terdiri dari para pendeta dan pemimpin agama
b.      Kasta Ksatria, terdiri dari raja, pejabat kerajaan dan prajurit
c.       Kasta Waisya, terdiri dari petani, pedagang
d.      Kasta Sudra, terdiri dari pelayan, budak.
Golongan yang paling rendah, terdiri dari orang-orang yang melanggar ketentuan agama, sehingga mereka harus dihukum kelompok ini disebut sebagai Paria

2.   Pokok-pokok Ajaran Agama Buddha
Agama Buddha muncul sekitar abad ke 6, penganjurnya adalah Shidarta Gautama.
2.1.   Kitab Suci Agama Buddha adalah Tri Pitaka, yang terdiri :
a.       Sutranta  Pitaka, berisi dharma atau ajaran Buddha kepada para muridnya.
b.      Winaya Pitaka, berisi peraturan-peraturan untuk mengatur tata tertib Sangha  atau jemaat.
c.       Abdidharma Pitaka, beirisi hakikat dan tujuan hidup manusia
2.2.   Dua aliran dalam Agama Buddha :
a.       Buddha Hinayana (kendaraan kecil), aliran yang masih mendekati ajaran Buddha yang asli. Tujuannya untuk mencari nirwana bagi diri sendiri dan percaya bahwa pengajar agama Buddha hanyalah satu, yaitu Sidharta Gautama.
b.      Buddha Mahayana (kendaraan besar). Tujuannya adalah selain mencari nirwana untuk diri sendiri juga berusaha agar orang lain juga dapat masuk nirwana. Pengajar agama Buddha tidak hanya Sidharta Gautama tetapi juga para bodhisatwa (orang yang sudah berhak masuk nirwana, tetapi menangguhkannya agar dapat menolong orang lain masuk nirwana).
B.     Proses Masuk dan Berkembangnya Pengaruh Hindu Buddha di Indonesia.
1.      Sepuluh (10) unsur budaya asli bangsa Indonesia menurut Dr. J.L. Brandes :
a.       kepandaian bersawah
b.      kemampuan dalam pelayaran
c.       mengenal prinsip dasar pertunjukan wayang
d.      kemampuan dalam seni gamelan
e.       kepandaian membatik
f.       mengerjakan barang dari logam
g.      menggunakan aturan metrik
h.      menggunakan alat tukar uang logam
i.        mengenal sistem perbintangan (astronomi)
j.        telah terbentuk susunan  masyarakat yang teratur

Terhadap masuknya budaya asing (Hindu Buddha), masyarakat tidak meniru semua budaya yang masuk karena sudah memiliki kemampuan local genius, yaitu kemampuan suatu daerah atau masyarakat untuk menyaring dan mengolah budaya asing yang masuk dan disesuaikan dengan cita rasa setempat.

2.      Empat (4) teori (hipotesis) yang menjelaskan masuknya agama Hindu Buddha ke Indonesia :
a.       Hipotesis Brahmana, dikemukakan oleh J.C. van Leur.
Kaum Brahmana berperan dalam menyebarkan budaya Hindu. Mereka mendapat undangan dari para penguasa Indonesia untuk menobatkan raja, memimpin upacara keagamaa dan mengajarkan ilmu pengetahuan.
b.      Hipotesis Ksatria, dikemukakan oleh F.D.K. Bosch.
Masuknya agama dan budaya Hindu karena peran dai kaum ksatria. Di masa lampau sering terjadi peperangan antarkerajaan di India, para prajurit yang kalah atau jenuh perang melakukan migrasi ke daerah lain. Mereka kemudian mendirikan koloni-koloni melalui penaklukan. Melalui cara seperti itu mereka menyebarkan agama dan budaya Hindu.
c.       Hipotesis Waisya, dikemukakan oleh N.J. Krom.
Penyebaran agama Hindu dilakukan oleh para pedagang. Dalam perdagangan mereka banyak melakukan hubungan dengan para penguasa dan rakyatnya, jalinan itu membuka peluang untuk menyebarkan agama dan budaya Hindu.
d.      Teori Arus Balik.
Dalam teori ini mengedepankan peran bangsa Indonesia. Para pedagang dan pelajar yang melakukan kunjungan atau memperdalam ilmu ke India, setelah mereka kembali ke Indonesia, mereka menyebarkan agama dan budaya Hindu Buddha.
3.      Jalur Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu Buddha di Indonesia
a.       Jalur Laut
Mereka yang datang ke Indonesia mengikuti rombongan kapal-kapal para pedagang yang biasa melakukan pelayaran dari Asia Selatan ke Asia Timur. Rute yang dilalui dar India menuju Burma, Thailand, Semenanjung Malaya, Indonesia, Kamboja, Vietnam, Cina, Korea dan Jepang, ada pula yang langsung berlayar ke Indonesia.
b.      Jalur Darat
Dilakukan dengan menumpang para kafilah yang melalui jalan sutra.Jalan tersebut menggunakan rute dari India ke Tibet terus ke utara sampai ke Cina, Korea dan Jepang. Ada juga yang melakukan perjalanan dari India utara ke Bangladesh, Burma, Thailand dan Semenanjung Malaya, kemudian berlayar ke Indonesia.