Minggu, 02 September 2012

Yuk, mengenal gaya belajar kita!


Yuk, mengenal gaya  belajar kita !

Banyak anak usia remaja menurun prestasinya, kurang minat belajar dan kadang mulai menjadi tidak menurut pada orang tua.  Walaupun masyarakat   umum percaya bahwa kebanyakan remaja menjadi budak hormon  mereka (  belajar nomor dua bila dibandingkan dengan lawan jenis) demikian hasil penelitian Martin Convington.
“Pak saya sudah belajar tapi kok hasilnya tidak baik?” ,
” pak sudah belajar tapi susah masuknya,………. lupa lagi!”
, “ Maaf pak, saya semalam tidak dapat konsentrasi  belajar dengan baik, karena adik memutar lagu saat belajar, jadi berisik………, “
demikian sebagian keluhan  siswa mengenai belajar.
Selain hal itu, memang  anak remaja sekarang banyak tantangan baik dari dalam diri maupun dari luar diri. Tantangan ada  yang nyata maupun yang ‘halus’, tak merasakan bahwa  suatu kegiatan tersebut mengandung halangan untuk anak berprestasi. Di tambah lagi kehadiran berbagai mall, internet, game, televisi dengan berbagai mata acaranya, yang kadang kurang mendidik.  Kehadiran teknologi dan  kemajuan  jaman bisa mendukung pun bisa sebaliknya. Disinilah peran orang dewasa, guru dan orang tua, dalam  mendampingi anak – anak.
Guru dan orang tua dapat mengambil peran dalam pendampingan untuk menanamkan pada anak bahwa usaha lebih penting dari kemampuan.  Akhir – akhir ini Komite  Nobel  Norwegia  mengumumkan orang-orang  yang pantas mendapatkan penghargaan Nobel tahun 2009 bidang  Sastra, Fisika, Ekonomi ( Oliver Williamson – Elinor Ostrom ) dan Perdamaian ( Barack Obama ). Mer eka adalah tokoh – tokoh yang menunjukkan dedikasi yang tak kenal menyerah dalam mengusahakan  dan selalu belajar untuk mengusahakan  perdamaian,  kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat  umat manusia di dunia ini.
Kita dapat belajar dari para peraih Nobel 2009 itu. Bagaimana mereka tekun berusaha, tak berhenti belajar dan berani melakukan perubahan sesuai bidangnya. Baca sosok lengkap para peraih Nobel di media cetak. Memang sebagai pelajar kita mesti selalu belajar. Namun  apakah kita sudah selalu belajar  ?  Apakah kita sudah belajar dengan benar? Apakah kita sudah sungguh-sungguh belajar  tapi belum menunjukkan perbaikan atau peningkatan ? Sebagai gambaran,  berikut disajikan gaya belajar  :
  1. Haptik / Kinestestik , ( bergerak ,menyentuh, malakukan ),Pembelajar Kinetestik.
 orang ( baca :  siswa ) yang belajar paling baik ketika terlibat bersama, mengalami, dan mencoba - coba. Orang- orang yang memiliki gaya pembelajar kinestestik mengandalkan proses belajar melalui cirri-ciri fisik
  1. Visual, ( gambar ) , Pembelajar Visual ,
 orang (baca :  siswa )  yang belajar paling baik ketika mereka melihat gambar –gambar yang mereka pelajari. Orang yang mempunyai gaya belajar sebagai pembelajar Visual, proses belajarnya bertumpu pada matanya (melihat). Mereka melihat dan memperhatikan bentuk, mereka menghafalkan sesuatu dengan cara “melihat” dari yang tersimpan di matanya. Pembelajar visual akan senang dengan peta, grafik, diagram, dan mereka senang membaca buku. Mereka akan lebih memahami, apabila kepadanya, ditunjukkan ( secara visual ) hal – hal yang harus dikerjakanya. Mereka menyenangi situasi yang banyak memperlihatkan sesuatu yang bisa “ dibaca” dengan cara melihat.
Mendengarkan pelajaran atau diskusi, bagi pembelajar visual merupakan kegiatan yang sering kali membosankan. Mereka akan bosan bila menerima penugasan tanpa disertai demontrasi contoh.
  1. Auditorial.( suara musik ),  Pembelajar Pendengar, :
orang (baca : siswa ) yang belajar paling baik melalui suara musik dan berbicara. Orang yang mempunyai gaya pembelajar pendengar mengandalkan proses belajarnya melalui telinga (pendenganran). Mereka memperhatikan sangat baik pada hal-hal yang didengar : mereka mengingat sesuatu dengan cara” melihat”dari yang tersimpan di telinganya. Pada umumnya, pembelajar pendengar senang mendengarkan ceramah, diskusi, berita radio, kaset, mereka senang belajar dengan cara mendengar dan berinteraksi dengan orang lain. Mereka memiliki kecenderungan lebih memahami tugas-tugasnya bila penjelasannya diberikan secara lisan.
Bagi pembelajar pendengar, kadang-kadang membaca merupakan kegiatan yang membosankan. Diagram dan penjelasan tertulis tanpa penjelasan lisan sering membuatnya bingung.
Setiap orang mempunyai ketiga gaya tersebut, namun masing – masing orang mempunyai kelebihan dalam salah satu gaya belajar saja. Menurut para peneliti ,belajar yang  baik adalah yang mampu  mengkombinasikan  ketiga gaya tersebut   dengan menonjolkan sesuai kekhasan siswa.
 Semua dari kita adalah cerdas, maka kita harus berani meningkatakan kemampuan belajar kita, serta berani melakukan perubahan dari gaya ‘asal  belajar’  menjadi belajar dengan mempertimbangkan kekhasan  kita. Memang untuk mencoba hal baru tidak semua berani, lebih banyak orang menolak. Mari kita  berani mulai dari yang kecil dan sederhana. Mari mencoba belajar dengan baik. Rhenald Kasali mengatakan perasaan menolak untuk melakukan hal yang baik, disisi lain merupakan kekuatan besar yang selalu  menerimanya yaitu  hope.  Harapan inilah yang memotivasi kita untuk meraih suskses.
Selesai UTS 1 kita bersiap untuk Ujian  semester I dan kelas 9 akan ditambah dengan persiapan UN. Masih cukup waktu bagi kita para siswa mempersiapkan diri menghadapi tugas tersebut dengan semangat dan harapan yang tinggi. Semua itu pasti bisa kita raih bila mulai sekarang belajar dengan baik. Keberhasilan yang akan kita raih, akan membuat siswa tersenyum, teman – teman tersenyum, guru tersenyum dan orang tua akan juga tersenyum. Orang tua  akan mengapresiasikan usaha dan perjuangan anaknya, sekecil apapun  . Hm sangat membanggakan. ( bewe )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar